Selasa, 09 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Blog Sepi Bagaimana Ini??? Bagian 2
Blog hampa
tanpa komentar, apakah harus ditinggalkan atau sekalian didelete saja ?
Sebaiknya jangan terburu-buru, ada baiknya kita bersabar dan melihat sisi
positifnya. Ketika mengalami hal seperti ini, mungkin beberapa hal berikut bisa
kita lakukan :
1. Meluruskan
kembali niat kita nge-blog. Sebenarnya tujuan kita membuat blog untuk apa ?
Jika ditujukan sebagai catatan pribadi, atau sebagai media untuk berbagi, atau
misalnya untuk berlatih menulis ? Maka mengepa harus terpengaruh dengan sedikit
banyaknya komentar, bukankah hal seperti itu bukan tujuan utama kita nge-blog ?
Tentu hal ini berbeda dengan blogger profesional yang mencari rating blog
tinggi, karena tujuan nge-blog mereka memang untuk bisnis dan mencari
pengiklan.
2. Berusaha
membenahi blog yang kita miliki sekarang juga. Mulai mengelola kembali
tulisan-tulisan yang kita buat, memperbaiki tulisan yang salah ketik,
memperbaiki kualitas tulisan di blog yang kita miliki, kolom komentarnya lebih
dipermudah, begitupun tampilan dan widgetnya diatur agar tidak menyebabkan blog
lambat diakses. Dengan demikian blog yang kita miliki lebih baik dari
sebelumnya.
3. Memanjakan
komentator. Bagaimana caranya ?, misalnya dengan menjadikan blog yang kita
miliki “do follow” sehingga blog yang kita miliki bisa memberi backlink kepada
komentator. Bisa juga dengan memberi plugin “top komentator”, atau plugin
“commenluv” agar postingan terbaru dari komentator tampil di bawah komentar
yang ia sampaikan. Dan masih banyak lagi plugin-plugin lain yang bisa dipakai
4. Sering-sering
membuat tulisan yang menjebak dan mengundang opini pembaca (tentunya tulisan
dan opini yang bisa dipertanggung-jawabkan). Hal seperti bisa dilakukan dengan
menyisipkan kata “menurut anda bagaimana ?” atau “silahkan komentar !” di
postingan yang kita miliki. Misalnya saja “…..menurut saya Wapres dan Menkeu
tidak perlu dinonaktifkan ketika dilakukan pemeriksaan kasus Bank Century
karena hal itu bisa menghambat kinerja pemerintah. Sebaiknya mereka tetap
bekerja seperti biasa sambil dilakukan pemeriksaan. Menurut anda bagaimana ? Mari…..silahkan
berkomentar !”
Mungkin
demikian sedikit “tips” (jika boleh disebut demikian) dikala blog yang kita
miliki masih sepi dari komentar. Apa yang disampaikan disini tentunya masih
kurang dan masih bersifat “subjektif” dari sudut pandang penulis. Jadi silahkan
tinggalkan komentar, saran, tambahan, masukan dan nasehat untuk tulisan ini.
Ayo tetap ngeblog !
Sumber:
Blog Sepi Bagaimana Ini??? Bagian 1
Blogger mana
yang tidak ingin blognya ramai dan banyak komentar ? Pasti hampir semua ingin,
kecuali bagi beberapa blogger yang memiliki zona privasi yang ketat untuk
blog-nya. Komentar bisa dikatakan sebagai pembangun, dan pemberi semangat bagi
para blogger untuk terus menulis dan berkarya. Maka tidak heran, jika ada
beberapa blogger yang down dan tidak lagi semangat nge-blog karena blog yang
dimilikinya sepi tanpa komentar. “Buat apa nge-blog jika tidak ada yang baca ?”
begitu katanya. Memang tidak sepenuhnya salah jika dikatakan bahwa komentar
adalah salah satu tanda dibaca-tidaknya sebuah postingan, namun tentu saja
paradigma seperti ini agak keliru.
Mengapa
tidak ada yang komentar ?
Postingan
sudah dibuat sebaik mungkin, dan tulisan pun sudah diatur sedemikian menarik.
Kenapa belum ada yang komentar ? mungkin ada beberapa sebab yang perlu kita sikapi
dengan bijak. Yuk, kita telusuri penyebabnya dari berbagai sisi.
A. Dari sisi
pembaca :
1. Pembaca
belum memiliki minat untuk berkomentar, sehingga tulisan hanya dibaca sekilas
kemudian ditinggalkan.
2. Pembaca
tidak tahu harus berkomentar apa.
Yah, adakalanya pembaca ingin sekali
berkomentar dan menyampaikan terima kasih, namun bingung dan tahu harus
menyampaikan apa, akhirnya pupuslah keinginan untuk menitip komentar di blog.
Pembaca yang seperti ini banyak, jadi yakin saja bahwa ada yang telah membaca
tulisan yang telah kita buat.
3. Pembaca
menunda komentar.
Mungkin ketika pembaca melihat postingan yang kita miliki, ia
belum memiliki waktu untuk berkomentar saat itu sehingga menunda memberikan
komentar. Jadi harap sabar, dan tunggu pembaca datang lain kali untuk
memberikan komentar.
4. Pembaca
enggan berkomentar.
Mungkin karena menganggap tulisan yang kita buat tidak
perlu dikomentari ataukan ia berpikir jangan sampai komentar yang ia sampaikan
tidak berguna dan hanya menimbulkan perdebatan dikemudian hari.
B. Dari sisi
Blog :
1. Blog dan
tulisan yang kita miliki masih kurang menarik.
Mungkin bagi kita, tulisan yang
kita buat sudah sangat menarik, namun bagi orang lain tidak. Untuk itu,
kemampuan menulis dan mengolah kata, harus terus kita latih.
2. Postingan
yang kita tulis adalah hasil Copy Paste.
Walaupun menarik dan sangat bermanfaat
bagi orang lain, namun jika tulisan yang kita buat adalah hasil copy paste,
biasanya akan menyebabkan pembaca enggan untuk berkomentar.
3. Blog terlalu
berat diakses, akhirnya pembaca hanya datang sekilas dan bergegas untuk pergi
Menu
komentar yang sulit diakses dan ribet. Misalnya saja penambahan menu captcha
dan plugin anti spam, disisi lain memang memberikan banyak manfaat, namun bisa
mengurangi minat pembaca untuk berkomentar.
4. Moderasi
komentar. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyak pembaca
kurang bersemangat untuk berkomentar. Karena sifat pembaca berbeda-beda,
sebagian diantara mereka pasti ada yang ingin komentarnya langsung tampil dan
tanpa melalui proses “edit”.
sumber:
http://angingmammiri.org/tips-membuat-postingan/
Cara Mudah Menulis Review yang Efektif
Penulis pemula dan baru mengenal dunia bloging biasanya mendapat permasalahan yang mendasar. Permasalahan tersebut adalah menentukan tema dan kata-kata yang menarik minat baca. Sedangkan kesulitan lain seperti dalam hal kosa kata atau tata bahasa sebenarnya bisa disikapi lewat kamus, google translate atau software penerjemaah seperti transtool.
Kesulitan yang sebenarnya justru tidak tahu apa yang mau ditulis! Jika hanya karena kita kurang mengetahui 'product knowledge', ini masih bisa diselesaikan dengan membuka situs resmi produk atau jasa yang akan di-review.Namun, apakah setelah kita mengetahui produk / jasa yang akan di-review permasalahan selesai? Belum tentu. Konten review yang kurang menarik dan tidak memenuhi keinginan advertiser bisa menyebabkan review yang kita sodorkan ditolak (rejected). Advertiser menginginkan sebuah review yang wajar dan natural di mata umum.
Berikut ini saya paparkan sistematika menulis review yang biasa saya lakukan. Memang pada dasarnya adalah pelajaran Bahasa Indonesia yang telah kita dapatkan sewaktu duduk di bangku sekolah. Mungkin karena kita terlalu napsu mengejar pendapatan yang akan kita dapatkan membuat kita lupa poin apa saja yang bisa membuat tulisan kita diterima.
Ada 5 bagian dalam menulis sebuah review.
1. Pendahuluan
Pada bagian ini tulis mengapa Anda menulis produk / jasa 'X'. Ingat! Jangan tulis bahwa Anda sedang menulis sebuah review. Jika Anda akan mereview 'ngeblog dengan blogger', ceritakan saja bagaimana Anda tadinya ngeblog dengan wordpress kemudian beralih ke blogspot.
2. Latarbelakang
Pada bagian ini silahkan tulis tentang produk atau jasa yang akan di-review. Produksi siapa, milik siapa, bekerjasama dengan siapa, kapan mulai beroperasi dan sebagainya.
3. Keunggulan
Bagian ini menuliskan keunggulan produk atau jasa yang kita review. Sumbernya bisa dari 'product knowledge' yang ada pada website atau testimoni dari orang lain. Bisa juga dari sisi pandang kita sendiri.
4. Kekurangan
Agar terlihat berimbang, kita juga bisa menuliskan satu kekurangan dari produk atau jasa yang kita review. Namun jangan menulis kekurangan yang mayor. Tuliskan saja kekurangan umum yang juga banyak dimiliki oleh produk atau jasa sejenis.
5. Kesimpulan
Pada bagian pamungkas ini, kita wajib membuat kesimpulan sekaligus ajakan untuk menggunakan produk atau jasa, mengajak membuka website resmi produk/jasa yang kita review. Di sini juga kita bisa menulis keputusan kita untuk menggunakan produk atau jasa yang kita review.
Kesulitan yang sebenarnya justru tidak tahu apa yang mau ditulis! Jika hanya karena kita kurang mengetahui 'product knowledge', ini masih bisa diselesaikan dengan membuka situs resmi produk atau jasa yang akan di-review.Namun, apakah setelah kita mengetahui produk / jasa yang akan di-review permasalahan selesai? Belum tentu. Konten review yang kurang menarik dan tidak memenuhi keinginan advertiser bisa menyebabkan review yang kita sodorkan ditolak (rejected). Advertiser menginginkan sebuah review yang wajar dan natural di mata umum.
Berikut ini saya paparkan sistematika menulis review yang biasa saya lakukan. Memang pada dasarnya adalah pelajaran Bahasa Indonesia yang telah kita dapatkan sewaktu duduk di bangku sekolah. Mungkin karena kita terlalu napsu mengejar pendapatan yang akan kita dapatkan membuat kita lupa poin apa saja yang bisa membuat tulisan kita diterima.
Ada 5 bagian dalam menulis sebuah review.
1. Pendahuluan
Pada bagian ini tulis mengapa Anda menulis produk / jasa 'X'. Ingat! Jangan tulis bahwa Anda sedang menulis sebuah review. Jika Anda akan mereview 'ngeblog dengan blogger', ceritakan saja bagaimana Anda tadinya ngeblog dengan wordpress kemudian beralih ke blogspot.
2. Latarbelakang
Pada bagian ini silahkan tulis tentang produk atau jasa yang akan di-review. Produksi siapa, milik siapa, bekerjasama dengan siapa, kapan mulai beroperasi dan sebagainya.
3. Keunggulan
Bagian ini menuliskan keunggulan produk atau jasa yang kita review. Sumbernya bisa dari 'product knowledge' yang ada pada website atau testimoni dari orang lain. Bisa juga dari sisi pandang kita sendiri.
4. Kekurangan
Agar terlihat berimbang, kita juga bisa menuliskan satu kekurangan dari produk atau jasa yang kita review. Namun jangan menulis kekurangan yang mayor. Tuliskan saja kekurangan umum yang juga banyak dimiliki oleh produk atau jasa sejenis.
5. Kesimpulan
Pada bagian pamungkas ini, kita wajib membuat kesimpulan sekaligus ajakan untuk menggunakan produk atau jasa, mengajak membuka website resmi produk/jasa yang kita review. Di sini juga kita bisa menulis keputusan kita untuk menggunakan produk atau jasa yang kita review.
sumber:
http://sibaho.blogspot.com/2010/01/cara-menulis-review-yang-efektif-untuk.html
http://sibaho.blogspot.com/2010/01/cara-menulis-review-yang-efektif-untuk.html
Minggu, 30 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)





